MAMUJU, BKM – Program investasi masa depan melalui pemenuhan gizi anak bangsa kian menunjukkan dampak nyata yang masif. Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sampaga Bunde, yang bergerak bersama Yayasan Rangas Batara Berlayar, resmi merilis daftar wilayah penerima manfaat program pemenuhan gizi gratis dengan total sasaran mencapai 3.145 orang.
Langkah strategis bentukan Badan Gizi Nasional ini mencakup wilayah penyerapan yang luas dan menyeluruh. Intervensi gizi tersebut menyasar puluhan lembaga pendidikan mulai dari tingkat usia dini hingga menengah atas, serta pos pelayanan terpadu di wilayah Bunde dan Tarailu.
Kepala SPPI, Irsyad Baharuddin, menyampaikan bahwa skala distribusi yang besar ini dirancang untuk memastikan tidak ada anak atau kelompok rentan yang terlewatkan dalam peta penguatan gizi regional.
“Angka 3.145 penerima manfaat ini adalah komitmen nyata dari kami. Lewat pengelolaan terpusat di Dapur SPPG Sampaga, setiap porsi makanan bergizi seimbang diproduksi dengan standar kebersihan dan pemenuhan kalori yang ketat demi mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak sekolah serta kelompok ibu-anak di posyandu,” ujar Irsyad.
Berdasarkan data infografis, jangkauan distribusi program kolaboratif ini meliputi:
- Tingkat Usia Dini (KB/PAUD/TK/RA): KB Nurul Huda Tarailu, PAUD Abdi Mulya, PAUD Siola Ashabul Maimanah, TK Kasih Ibu Tarailu, TK Nurul Huda Tarailu, TK Melati Bunde, dan RA Nurul Iman Bunde.
- Tingkat Pendidikan Dasar (SD/MI): SDN Inpres Tarailu, SDN Inpres Bunde, SDN Pangalloan, SD Sidal, SD Takosan, SDN Dato, MI Nurul Iman Bunde, dan MI Darul Muhajirin Mariri.
- Tingkat Pendidikan Menengah (SMP/MTs/SMA/MA/Pesantren): MTs Nurul Iman Bunde, MTs Darul Muhajirin Mariri, SMP Negeri 1 Sampaga, SMP Negeri 3 Sampaga, MA Darul Muhajirin Mariri, MA Nurul Iman Bunde, SMA Negeri 1 Sampaga, dan Pesantren Al-Fatah Bunde.
- Kelompok Kesehatan Ibu dan Anak: Posyandu Melati 1 Bunde, Posyandu Melati 2 Bunde, Posyandu Mawar 1 Bunde, dan Posyandu Mawar 2 Bunde.
Sinergi yang kuat antara Dapur SPPG Sampaga, lembaga pendidikan, kader posyandu, dan Yayasan Rangas Batara Berlayar menjadi bukti bahwa perbaikan gizi masyarakat dapat diakselerasi secara cepat melalui gotong royong terintegrasi. Program ini diharapkan terus menjadi fondasi kokoh lahirnya generasi emas yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan